Jumat, 21 Oktober 2011

artikel sistem ekonomi kerakyatan melalui kegiatan koperasi


EKONOMI KOPERASI 

NAMA            : NIKI PURNAMASARI
NPM               : 14210982
KELAS            : 2EA13




Sistem Ekonomi Kerakyatan Melalui Gerakan Koperasi

Menurut UU No.25 tahun 1992, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Sesuai dengan UUD 1945 pasal 33,badan usaha yang paling sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa indonesia adalah koperasi.dalam hal ini Hatta menawarkan pembangunan ekonomi kerakyatan berupa koperasi menjadi soko guru perekonomian di indonesia. Program ini memberikan proteksi terhadap kegiatan bisnis “usaha kecil” kalangan pribumi terutama di sektor perdagangan barang kebutuhan nasional. Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992. Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).
Ekonomi kerakyatan adalah gagasan tentang cara,sifat, dan tujuan pembangunan dengan sasaran utama perbaikan nasib rakyat yang pada umumnya bermukim dipedesaan.Ekonomi Kerakyatan dalam arti yang lebih luas mencakup kehidupan petani, nelayan, pedagangan asongan, tukang ojek dan pedagang kaki lima, yang kepentingan-kepentingan ekonominya selalu dapat lebih mudah dibantu atau diperjuangkan melalui koperasi. Kepentingan-kepentingan ekonomi rakyat seperti inilah yang kurang mendapat perhatian oleh pengambil kebijakan ekonomi. Ekonomi rakyat seperti ini dapat dikategorikan sebagai bisnis tetapi sesunguhnya merupakan kegiatan hidup sehari-hari yang sama sekali bukan kegiatan bisnis yang mengejar untung.
Hal ini dibuktikan dari kehidupan rakyat kecil makin berat karena penduduk desa yang tidak memiliki tanah harus bekerja pada kebun-kebun milik pemerintah yang menjadi semacam pajak. Produksi pangan rakyat merosot dan timbul kelaparan di berbagai tempat. Dengan demikian kalau konsep Ekonomi kerakyatan ini benar-benar bangkit maka secara otomatis mata pencaharian sebagian besar rakyat memiliki daya tahan tinggi terhadap ancaman dan goncangan-goncangan harga internasional. Pada saat terjadi depresi dimana lemahnya bangkitan ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Ekonomi kerakyatan telah menjadi katup pengaman bagi usaha sektor informal,usaha kecil, atau industri kecil dan terutama dalam hal menjaga kelangsungan denyut nadi kegiatan ekonomi masyarakat dan juga sebagai penyedia lapangan kerja alternatif bagi ledakan pengangguran akibat krisis ekonomi. Terbukti dapat dirasakan dalam kehidupan ekonomi bangsa dewasa ini. Kendati secara ekonomi indonesia sebagai suatu negara bisa dibilang telah “bangkrut”. Namun, dalam realitanya kegiatan ekonomi masyarakat masih terus berjalan. Begitu pula perannya sebagai penyedia lapangan kerja alternatif, ditumjukan oleh data terakhir bahwa sektor ekonomi kerakyatan memberikan andil besar dengan kemampuannya menampung 87% angkatan kerja di perkotaan yang sebelumnya terserap diberbagai perusahaan dan industri besar.
Kini Wadah koperasi yang di bentuk di kampung-kampung merupakan sebuah wadah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Ekonomi rakyat terutama yang dikampung dapat diperkuat melalui wadah Koperasi. Wadah koperasi ini mempunyai peran yang sangat besar dalam membuka kesempatan dan peluang usaha masyarakat di kampung, selain sebagai agen pendistribusian hasil-hasil produk masyarakat, dan media penyedia barang-barang konsumsi. Wadah ini juga sebagai sebuah kegiatan produksi dan konsumsi yang apabila dikerjakan sendiri-sendiri tidak akan berhasil, tetapi melalui organisasi koperasi yang menerima tugas dari anggota untuk memperjuangkannya dapat berhasil.
Ekonomi Rakyat adalah usaha ekonomi yang tegas tidak mengejar keuntungan tunai, tetapi dilaksanakan hanya untuk memperoleh pendapatan bagi pemenuhan kebutuhan keluarga secara langsung untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, dan kebutuhan-kebutuhan keluarga lain dalam arti luas, yang semuanya mendesak dipenuhi dalam rangka merubah pola kultural masyarakat untuk berpikir secara produktif dan pada akhirnya ekonomi masyarakat dapat bangkit dan tersedia sebuah wadah koperasi yang sangat membantu perekonomian masyarakatnya.

artikel sistem ekonomi kerakyatan melalui kegiatan koperasi

EKONOMI KOPERASI 

NAMA            : NIKI PURNAMASARI
NPM               : 14210982
KELAS            : 2EA13




Sistem Ekonomi Kerakyatan Melalui Gerakan Koperasi

Menurut UU No.25 tahun 1992, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Sesuai dengan UUD 1945 pasal 33,badan usaha yang paling sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa indonesia adalah koperasi.dalam hal ini Hatta menawarkan pembangunan ekonomi kerakyatan berupa koperasi menjadi soko guru perekonomian di indonesia. Program ini memberikan proteksi terhadap kegiatan bisnis “usaha kecil” kalangan pribumi terutama di sektor perdagangan barang kebutuhan nasional. Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992. Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).
Ekonomi kerakyatan adalah gagasan tentang cara,sifat, dan tujuan pembangunan dengan sasaran utama perbaikan nasib rakyat yang pada umumnya bermukim dipedesaan.Ekonomi Kerakyatan dalam arti yang lebih luas mencakup kehidupan petani, nelayan, pedagangan asongan, tukang ojek dan pedagang kaki lima, yang kepentingan-kepentingan ekonominya selalu dapat lebih mudah dibantu atau diperjuangkan melalui koperasi. Kepentingan-kepentingan ekonomi rakyat seperti inilah yang kurang mendapat perhatian oleh pengambil kebijakan ekonomi. Ekonomi rakyat seperti ini dapat dikategorikan sebagai bisnis tetapi sesunguhnya merupakan kegiatan hidup sehari-hari yang sama sekali bukan kegiatan bisnis yang mengejar untung.
Hal ini dibuktikan dari kehidupan rakyat kecil makin berat karena penduduk desa yang tidak memiliki tanah harus bekerja pada kebun-kebun milik pemerintah yang menjadi semacam pajak. Produksi pangan rakyat merosot dan timbul kelaparan di berbagai tempat. Dengan demikian kalau konsep Ekonomi kerakyatan ini benar-benar bangkit maka secara otomatis mata pencaharian sebagian besar rakyat memiliki daya tahan tinggi terhadap ancaman dan goncangan-goncangan harga internasional. Pada saat terjadi depresi dimana lemahnya bangkitan ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Ekonomi kerakyatan telah menjadi katup pengaman bagi usaha sektor informal,usaha kecil, atau industri kecil dan terutama dalam hal menjaga kelangsungan denyut nadi kegiatan ekonomi masyarakat dan juga sebagai penyedia lapangan kerja alternatif bagi ledakan pengangguran akibat krisis ekonomi. Terbukti dapat dirasakan dalam kehidupan ekonomi bangsa dewasa ini. Kendati secara ekonomi indonesia sebagai suatu negara bisa dibilang telah “bangkrut”. Namun, dalam realitanya kegiatan ekonomi masyarakat masih terus berjalan. Begitu pula perannya sebagai penyedia lapangan kerja alternatif, ditumjukan oleh data terakhir bahwa sektor ekonomi kerakyatan memberikan andil besar dengan kemampuannya menampung 87% angkatan kerja di perkotaan yang sebelumnya terserap diberbagai perusahaan dan industri besar.
Kini Wadah koperasi yang di bentuk di kampung-kampung merupakan sebuah wadah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Ekonomi rakyat terutama yang dikampung dapat diperkuat melalui wadah Koperasi. Wadah koperasi ini mempunyai peran yang sangat besar dalam membuka kesempatan dan peluang usaha masyarakat di kampung, selain sebagai agen pendistribusian hasil-hasil produk masyarakat, dan media penyedia barang-barang konsumsi. Wadah ini juga sebagai sebuah kegiatan produksi dan konsumsi yang apabila dikerjakan sendiri-sendiri tidak akan berhasil, tetapi melalui organisasi koperasi yang menerima tugas dari anggota untuk memperjuangkannya dapat berhasil.
Ekonomi Rakyat adalah usaha ekonomi yang tegas tidak mengejar keuntungan tunai, tetapi dilaksanakan hanya untuk memperoleh pendapatan bagi pemenuhan kebutuhan keluarga secara langsung untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, dan kebutuhan-kebutuhan keluarga lain dalam arti luas, yang semuanya mendesak dipenuhi dalam rangka merubah pola kultural masyarakat untuk berpikir secara produktif dan pada akhirnya ekonomi masyarakat dapat bangkit dan tersedia sebuah wadah koperasi yang sangat membantu perekonomian masyarakatnya.

Selasa, 18 Oktober 2011

laporan keuangan

KOPERASI PT.LATEXINDO
LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2010

Disusun
  
Nama         : Niki Purnamasari
                                      NPM           : 14210982         
                                      Kelas          : 2EA13







KOPERASI PT. LATEXINDO
Neraca
Per 31 Desember 2010
AKTIVA

AKTIVA LANCAR:
-Kas Kecil                        Rp     1.151.100
-Bank                               Rp   29.394.583
-Piutang Jangka pendek    Rp 110.507.235
-Barang dagangan             Rp   17.622.944
-Piutang Jangka Panjang   Rp 316.796.759
-Penyertaan                      Rp     8.228.533
                                                 
Total Aktiva Lancar                        Rp 483.701.154

AKTIVA TETAP:                                 
-Alat perlengkapan            Rp   16.945.300
-Mesin-mesin                    Rp   32.700.000
-Kendaraan                       Rp   15.731.124
-Peralatan Kantor              Rp     2.867.100
-Akumulasi Penyusutan      (Rp     5.136.996)
                                              
Total Aktiva Tetap                            Rp 62.206.528
                                                                            
JUMLAH KESELURUHAN AKTIVA                                                                     Rp 545.907.682
                                                                                                                      ‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗


PASIVA

HUTANG LANCAR:
-Hutang Dagang                Rp46.220.326
-Dana-dana                      Rp 17.517.426
                                            
Total Hutang Lancar          Rp   63.737.752

HUTANG JANGKA PANJANG:
-Hutang Jangka Panjang         Rp 404.271.209

Total Hutang Jangka Panjang         Rp 404.271.209

MODAL:
-Simpanan Anggota     Rp 52.861.036
-Cadangan                  Rp   3.590.989
-SHU         Rp21.446.696                                      
Total Modal Sendiri                        Rp  77.898.721
                                                                      
JUMLAH KESELURUHAN PASIVA 
                                                    Rp 545.907.682
                                                                                                                     ‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗


















KOPERASI PT.LATEXINDO
LAPORAN RUGI LABA
Per 31 Desember 2010


Pendapatan……………………………………………………………………………Rp 791.384.317

Harga Pokok Penjualan
-HPP. Barang………………………………………………………….Rp 637.270.736
-HPP. Jasa…………………………………………………………….Rp   87.810.562
                                                                                                                  
Jumlah HPP…………………………………………………………..(Rp 725.081.317)
                                                                                                                                                   
Laba Kotor……………………………………………………………………………Rp   66.303.019

Biaya Operasional
-Biaya Penjualan………………………………………………………Rp      8.480.172
-Biaya Umum Administrasi…………………………………………….Rp    36.376.151
                                                                                                                   
Jumlah Biaya………………………………………………………….(Rp    44.856.323)
                                                                                                                                                    
SISA HASIL USAHA (Laba Bersih)………………………………………………………………………………..Rp    21.446.696
                                                                                                                                                     ‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗
























KOPERASI PT.LATEXINDO
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Per 31 Desember 2010


Kekayaan Bersih 1 Juli 2010……………………………………………………………………………Rp 77.898.721

Simpanan Anggota…………………………………………………………Rp 52.861.036
Modal Donasi……………………………………………………………...Rp      -  
Sisa Hasil Usaha Tahun 2010…………………………………………. .......Rp 21.446.696
                                                                                              
Jumlah                                                                                                                                                     Rp  74.307.732
                                                                                                                                                     
Total……………………………………………………………………………………………………Rp152.206.453

Simpanan Pokok Keluar………………………………………………..Rp         
Simpanan Wajib Keluar…………………………………………………Rp         
Alokasi SHU Tahun 2009………………………………………………(Rp 24.443.330)
                                                                                                   
jumlah                                                                                                                                                   (Rp  24.443.330)
                                                                                                                                                      
Kekayaan Bersih Periode 31 Desember 2010………………………………………………………....Rp127.763.123
                                                                                                                                                           ‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗